pesona,,,, desa tapaan disaat turun hujan...
tempat,,, ini populer dengan nama... ngai sempeng... aliran air yg jernih yang merupakan pusat sumber air sungai yg mengalir di sepanjang desa tapaan.
Tuesday, December 2, 2014
Monday, July 21, 2014
Kami datang untuk pengabdian
Secuil cerita dari KKN UTM 18.....
Meski pada awalnya kami tidak menghendaki melakukan kuliah kerja nyata di desa pelosok ini, tapi kami sadar kami dibutuhkan disini untuk benar-benar mengabdi. air memang susah dicari, listrik pun sering mati, tapi kami sadar inilah yang disebut mengabdi tanpa pamrih. selain itu kami ada bertujuh belas, bukan perorangan yang mengincar nilai A menghiasi di KHS kami. jadi meski kehidupan disini serba terbatas dan sulit, selama kami bersama akan terasa mudah. berikut ialah seklumit potret-potret kegiatan yang sudah kami lakukan disini. semoga apa yang kami lakukan bisa bermanfaat dan berkelanjutan.
bravo KKN 18 UTM!
Meski pada awalnya kami tidak menghendaki melakukan kuliah kerja nyata di desa pelosok ini, tapi kami sadar kami dibutuhkan disini untuk benar-benar mengabdi. air memang susah dicari, listrik pun sering mati, tapi kami sadar inilah yang disebut mengabdi tanpa pamrih. selain itu kami ada bertujuh belas, bukan perorangan yang mengincar nilai A menghiasi di KHS kami. jadi meski kehidupan disini serba terbatas dan sulit, selama kami bersama akan terasa mudah. berikut ialah seklumit potret-potret kegiatan yang sudah kami lakukan disini. semoga apa yang kami lakukan bisa bermanfaat dan berkelanjutan.
bravo KKN 18 UTM!
Kehidupan Sosial dan ekonomi
Masyarakat Desa Tapaan mayoritas bermata pencaharian sebagai petani,
merantau atau sebagai TKI. Petani merupakan penghidupan yang sangat mereka
pertahankan dari masa ke masa.
Ada Surga Dibalik Tapaan
Terletak di daerah pegunungan, desa Tapaan memiliki sejuta pesona alam yang mampu membuat kita berdecak kagum. berikut ialah potret-potret alam lukisan Tuhan yang ditorehkan di desa Tapaan.
Sejarah Desa Tapaan
Menurut cerita rakyat, asal mula terbentuknya nama desa Tapaan karena
pada zaman dahulu ada orang Jawa Tengah bernama Mangun Segoro, dia adalah cucu dari Prabu
Siliwangi dan anak dari Rara Santang datang ke tempat ini (yang sekarang
bernama Desa Tapaan), tujuan awal dia datang kesini adalah untuk mencari burung
perkutut putih dengan mata merah. Setelah menemukan tempat burung tersebut,
akhirnya dia memutuskan untuk bertapa disitu, di bawah pohon yang bernama pohon
pelle. Dia bertapa ketika pohon tersebut
masih kecil (belum rimbun), akan tetapi setelah dia meninggal pohon tersebut
berubah menjadi sangat rimbun dan burung-burung yang ada disana menghilang
entah kemana. Oleh sebab itu nama desa ini diambil dari tujuan Mangun Segoro
datang kesini yaitu untuk bertapa (Tapaan).
Semua tentang Desa Tapaan
Tapaan merupakan salah
satu desa yang berada di Kecamatan
Banyuates Kabupaten Sampang. Secara geografis Desa Tapaan terletak pada 6°
56’15” LS - 6° 57’21” LS dan 113° 8’ 24” BT - 113° 10’
40” BT dengan ketinggian wilayah 97 m di atas permukaan laut. Desa
Tapaan terbagi atas 4 dusun yaitu dusun Ghumorong, Kalian, Tapaan Tengah dan Tapaan Timur. Luas
keseluruhan Desa Tapaan adalah 862 ha. Topografi tanahnya adalah bergelombang (menanjak dan menurun). Suhu rata-rata desa Tapaan 30oC,
jumlah bulan hujan 6 bulan.
Terimakasih, KKN 18 UTM
Pada tanggal 28 juni 2014, desa Tapaan menyambut dengan meriah
datangnya kelompok KKN 18 UTM. 17 Mahasiswa yang berlatar belakang berbeda itu
berkumpul untuk menyatukan visi dan misi dalam membantu pengembangan desa
Tapaan yang notabene masih tertinggal. Datangnya tujuh belas mahasiswa tersebut
memberikan harapan bagi desa Tapaan bahwa desa pelosok ini pun juga punya
kesempatan untuk berkembang dan maju seperti desa-desa lainnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)

